ASPPI Photogrhapy dan Fam Trip Lombok
04 Juni 2009
Dear Temans, lama tak menyapa dengan tulisan, kini saya ingin berbagi ilmu tentang kamera dan fotografi dan pariwisata, karena pastinya disini ada yang lebih expert dan banyak yang masih awam saya pikir bagus juga kalo kita saling share, saling upgrade pengetahuan, khususnya pengetahuan anggota ASPPI tentang Kamera, Fotografi saat berwisata.
Boleh jadi bagi kebanyakan wisatawan, alat dokumentasi adalah hal terpenting kedua yang musti dibawa setelah uang. Beberapa kali saya bertemu turis asing yang sedang duka mendalam - karena ia kehilangan kamera. Sampai2 bilang: "biarin kameranya hilang, asal isi filmnya kembali". Duh buat dia betapa pentingnya dokumentasi itu.
Tahun 1998 awal saya pernah ikut group profesional photographer dari Jerman. Mereka adalah pemenang2 hadiah lomba foto dari Kodak. Selama Roundtrip 9 hari Jakarta-Bali saya dapat pelajaran banyak, bukan soal tehnik foto atau jenis kamera tapi hubungannya antara wisatawan dan fotografi, juga kebiasaan para fotografer itu sendiri.
Memilih kamera mustinya disesuaikan dengan fungsi: sebagai mesin pencari uang, penyalur hobi, alat dokumentasi, atau senjata paparazi (alat memeras) ?" Yang pasti beragam kamera dengan kiasaran harga 500.000 sampe 85 juta tentu menyediakan hampir semua fungsi dan kebutuhan kita. Dari kamera bawah air, anti debu, anti goncangan sampai yang bertahan pada cuaca extreem. Atau kamera poket, candid dengan hasil yang bagus.
Jangan sampai keluar uang yang cukup besar untuk membeli kamera yang kita tidak bisa manfaatkan semua fungsinya. Atau terlalu sayang mengeluarkan uang sehingga kemampuan dan bakat fotografi kita tidak terasah, akibat memiliki kamera yang terlalu sederhana. Sayang kan, bakat itu anugrah?..
Mempunyai kamera no 1 sekelas Nikon D3x atau Canon Eos 5D Mark II, Sony A900 dll yang harganya selangit tidak lantas membuat kita jadi fotografer hebat, tapi hanya menjadikan kita Nikon D3x owner atau Canon Eos 5D Mark II owner saja. Begitu juga dengan memilik kamera DSRL kelas low end seperti Nikon D40x, Nikon D60, Canon Eos 400D (*kalo ga salah seperti pak punya Sydiq) Sony A200, Pentak K-m mungkin sekali menghasilkan gambar yang bagus dan dramatis.
Sebagai orang pariwisata yang tentunya sering jalan-jalan memiliki kamera sangat dianjurkan. Saat dijalan atau ditempat tertentu kita mempunyai khans yang sama dengan fotografer kawakan untuk memperoleh "objek" yang bagus dan langka. Kejadian penting dan dramatis bisa terjadi kapan dan dimana saja tanpa harus menunggu fotografer profesional dengan kamera bagus ada disitu.
Sebagai guide, tour leader atau repeater wisatawan yang sering bolak-balik ke tempat wisata tertentu juga tahu bahwa setiap saat selalu berbeda, baik cuaca maupun kondisi dilapangan, dan hasilnya selalu berbeda dalam foto. Dan ada kalanya foto itu berharga mahal atau sebagai alat bukti, bahkan layak diikutkan dalam lomba. Jadi mulai kurangi foto2 diri beralih ke foto tema sosial, daily life lingkungan, flora fauna, dan pemandangan, karena tema2 itu yang sering dilombakan.
Bila saatnya kita ingin membeli kamera, sebaiknya kita rajin mereview jenis kamera yang kita incar. Google akan menunjukan website2 profesional yang akan mereview kamera secara proporsional, terbuka dan cukup fair. Berikut ini beberapa kategori kamera digital dari yang biasa sampai superb kamera. 1. Compact Camera: kamera poket, wujud kecil, ramping, ringan, pixel 2-12MB kisaran harga 500.000 - 2 jutabisa di dalam dan luar ruangan dengan jangakauan (zoom) yang terbatas.
2. Mid-Range Compact Camera: body lebih besar dari kategory satu dan jangkauan lebih jauh. Kisaran harga 1.5 - 3.5juta
3. High-End Digital Compact Camera, kamera ini biasa disebut dengan semi SLR bodynya lebih besar, menyerupai Kamera SLR. Berbeda dengan dua kategory diatas yang full automatic kamera jenis ini bisa di set manual dan ada alat tambahan atau bisa dipasang tele. Ciri khas kamera2 tipe ini mempunyai zoom yang sangat jauh atau superzoom, diatas 15x, atau sekitar 400-600mm. Cocok untuk membidik objek2 yang jauh juga bisa merekam video dengan kualitas bagus HDV (handycam) harga kisaran 3,5 - 5,5 juta
4. Budget Digital SLR Camera (atau Low-end SLR) juga peralihan dari kategory 3. yang mana lensa dan body bisa dipisah, diganti, ditambah (custom), Karena lensa2 yang dipake bukan digital, tapi refleksi, makanya harga kamera jenis ini relatif mahal, body dan lensa dipisah. Harga kisaran 5,5 - 7,5juta. Harga bisa beda tergantung jenis lensa yang dipakai.
5. Mid-range Digital SLR, versi lebih canggih dari kategory 4, fitur lebih lengkap dengan berbagai kemudahan dan keamanan, seperti tahan dari cuaca, debu dan goncangan. Biasa disebut kamera semi profesional, kiasaran harga 8 - 12jt
6. High-end Digital SLR atau profesional, tak perlu disebutkan kamera kategory ini pasti punya semua kemampuan kamera2 SLR di bawahnya, plus fitur tambahan2 (sejujurnya saya belum pernah coba kamera2 jenis ini, belum pernah ada yang berbaik hati meminjamkan, mengingat harganya sampai 84 juta.
Sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat.. sekaligus bayar hutang ke momod janji buat tulisan ga muncul-muncul hehe
raimaster ID 170100002 http://www.rai-tours.com
Oh iya, hubungan tulisan ini dengan famtrip Lombok adalah: saya sengaja beli kamera high-end digital compact, dengan superzoom sampe 500mm dan konon stabil. Saya mau coba kemampuannya saat famtrip ini, berhubung kata panitia tidak ada quota lagi dan sayapun tak bersedia bayar 800.000 (terutama karena sudah berkali -kali ke lombok) yah my baby Lumix DMC FZ28 ga jadi unjuk kekuatan deh. Padahal asli maksa beli kamera ini buat trial di Lombok! tapi ternyataaa?? hahaaha .. yang ini sih bukan artikel tapi curhat hahahaha...
|