SAWARNA : Serpihan Surgawi di Banten Selatan
18 Juni 2011
Provinsi Banten ternyata tidak hanya terkenal dengan keindahan pantai Carita, pantai Anyer dan Taman Nasional Ujungkulon saja sebagai tempat berwisata baik bagi wisatawan Nusantara maupun wisatawan Mancanegara.
Di pesisir Selatan Banten bagian dari Kecamatan Bayah - Kabupaten Lebak, terdapat satu tempat yang dapat dikatakan eksotik karena menawarkan beragam keindahan wisata pantai. Persisnya di Desa Sawarna. Desa ini sudah dicanangkan sebagai Desa Wisata oleh pemerintah setempat karena disadari banyaknya daya tarik wisata yang beragam dan merangkai berdekatan. Selain menawarkan keindahan pantai, tidak kalah pentingnya adalah keramahan penduduk setempat menerima wisatawan yang berkunjung ke sana. Tak heran banyak orang asing yang betah berminggu-minggu tinggal di desa itu hanya untuk bersenang-senang menunggangi ombak di tas papan Surfing. Memang, di desa Sawarna terdapat salah satu pantai terbaik untuk Surfing di Indonesia.
Wisatawan Nusantara lebih banyak datang dari Jakarta dan sekitarnya serta dari Bandung. Dimaklumi karena jarak tempuhnya tidak terlalu jauh yaitu hanya sekitar 230 km saja dari Jakarta. Didukung sarana jalan yang bagus, maka dipastikan dalam beberapa tahun ke depan Desa Sawarna akan menjadi tempat ideal menghabiskan liburan bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya liburan.
Beberapa tempat menarik yang direkomendasikan adalah :
JEMBATAN GANTUNG SUNGAI SAWARNA : Sungai Sawarna yang membelah desa itu banyak dihubungkan dengan jembatan gantung untuk menyebrang. Lebar sungai kurang-lebih 20 meter akan menjadi bagian yang sedikit menegangkan sekaligus menyenangkan saat menyebrang. Jembatan gantung ini sering menjadi objek foto setiap wisatawan yang melintas. Lebar jembatan kurang lebih 1,5 meter sehingga aman untuk disebrangi dari dua arah yang berlawanan. Bahkan kendaraan motor dapat melintas dengan leluasa.
PANTAI LEGON PARI : Sangat ideal untuk melihat Matahari terbit. Memiliki hampasan pasir putih yang dunakan sebagai pelabuhan nelayan tradisional. Di pantai bermasih putih ini juga cocok untuk berenang. Sisa pantainya berbentuk formasi hamparan karang yang menjorok ke laut lepas sehingga pasa pagi dan siang saat air laut surut, meninggalkan genangan-genangan air laut. Banyak ikan kecil dan kerang terjebak di genangan cekungan karang yang terisi air laut yang jernih. Bila diperhatikan susunan karang terhampar dengan indah seperti di pahat dan seolah-olah diletakan dengan sengaja. Mungkin inilah asal muasal kata LEgon karena disini terdapat genangan-genangan air laut sisa pasang malam hari membentuk laguna-laguna kecil.
TANJUNG LAYAR : Menyambung dengan Legon Pari, ada dua batu karang yang menjulang tinggi dan menjorok ke arah laut. Batu Karang ini menjadi salah satu ikon utama di Sawarna sehingga hampir setiap wisatawan menyempatkan ke Tanjung Layar. Dinamakan Tanjung Layar karena batu tersebut bentuknya seperti layar yang sedang mengembang.
PANTAI CIANTIR : Pantai berpasir putih ini panjangnya sekitar dua kilometer. Terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian Timur berombak besar yang menjadi tempat pavorit wisatawan asing bermain Surfing atau berselanjar, dan bagian barat yang berpasir putih dan landai dengan ombak yang kecil cocok untuk berenang atau bersenang-senang bermain pasir.
BUKIT CARIANG : Penduduk setempat menakaman Tanjakan Cariang. Dari ketinggian bukit yang dilintasi jalan utama menuju Desa Sawarna ini dapat melihat hamparan pantai Ciantir sekaligus Tanjung Layar dari kejauhan. Panoramanya begitu mengagumkan saat hari cerah karena dapat memandang lepas ke titik pandang horison. Disini terdapat kedai minuman dan memungkinkan untuk parkir kendaraan.
|